Google – OSI Layer

Setelah sekian lamanya blog ini “melayang” tak jelas di dunia maya, akhirnya kini ia bisa melayang dengan lebih berbobot dan berisi. Ini adalah posting-an pertama saya pada halaman blog ini (selain “Hello world”).

OSI Layer

Model OSI (Open Systems Interconnection ) dirancang oleh ISO (International Organization for Standardization)di Eropa pada tahun 1977. Standard ini menyediakan kerangka logika struktural bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan pada industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara lebih mangkus (red:efisien).

OSI layers

Mosel sistem ini terdiri dari 7 lapisan. Setiap lapisan memiliki tanggung jawab yang spesifik pada proses komunikasi data. Misalnya, lapisan Application bertanggung jawab untuk mengani masalah komunikasi manusia-komputer, dan lapisan lainnya bertanggung jawab menangani masalah error yang terjadi selama proses perpindahan data berlangsung.

Pada Search Engine semacam Google, lapisan application dapat digambarkan sebagai berikut:

google

lapisan-lapisan ini diklasifikasikan dalam dua kolompok, Upper layer dan lower layer . Upper layer merupakan bagian yang tanggung jawabnya lebih berorientasi pada aspek human-interaction (antarmuka manusia – komputer), sedangkan lower layer merupakan inti (core) dari proses komunikasi data. lower layer ini hal yang menjadi perhatian utama pada network engineer.

“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan modularitas (dapat dibongkar pasang).

ModularitasModularitas

7 Lapisan OSI

[Application]
[Presentation]
[Session]
[Transport]
[Network]
[Data Link]
[Physical]

OSI layers

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh lapisan dari satu terminal, mulai dari lapisan aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai application. Pada saat data melewati satu lapisan dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 lapisan, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

Sumber :
Cisco System

Mudji.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: